December 3, 2022

Sejarah bulu tangkis wajib untuk kita ketahui. Bulu tangkis menjadi olahraga yang sering dimainkan, tidak cuma oleh para atlit tetapi juga oleh masyarakat umum. Permainan ini cukup mudah untuk dimainkan, dimana hanya membutuhkan sebuah raket dan kok, serta lawan bermain.

Penjelasan Sejarah Bulu Tangkis

Tidak ada yang tahu pasti tentang asal mula penciptaan olahraga bulu tangkis. Akan tetapi, banyak pendapat yang mengatakan kalau permainan tersebut sudah ada sejak zaman Mesir kuno, yaitu sekitar 2.000 tahun yang lalu.

Ada pula yang berpendapat bahwa bulu tangkis sebenarnya berasal dari Tiongkok. Zaman dulu orang-orang Tiongkok punya permainan bernama jianzi. Aturan mainnya mirip seperti bulu tangkis, yaitu menjaga agar kok tidak jatuh ke tanah.

Permainan serupa juga sudah berkembang di Inggris dengan nama battledore and shuttlecock. Peraturannya adalah pemain harus menjaga kok agar tidak jatuh dan tetap di udara dengan cara memukulnya selama mungkin.

Bulu tangkis modern konon merupakan hasil improvisasi dari permainan tersebut. Zaman dulu, bangsawan pemilik istana Badminton House mengadakan pertandingan battledore and shuttlecock yang sedikit dimodifikasi, yaitu memakai tali untuk membatasi tengah lapangan.

Permainan ini kemudian berkembang pesat sejak tahun 1850-an dan orang-orang mulai menyebutnya sebagai badminton. Jadi, badminton sendiri sebenarnya merujuk pada nama istana Inggris yang mengadakan pertandingan kala itu.

Badminton mulai masuk ke Indonesia pada zaman penjajahan sekitar tahun 1930. Akan tetapi, olahraga ini baru bisa berkembang di tahun 1947 atau setelah Indonesia merdeka. Sejak saat itu, perkembangan badminton pun cukup pesat dan para atlet mulai bermunculan.

Di tahun 1951, terbentuklah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang menaungi aktivitas badminton di dalam negeri. Sampai sekarang, badminton jadi salah satu olahraga kebanggaan Indonesia karena mampu bersaing dengan atlet-atlet mancanegara.

Tidak cuman menjadi olahraga favorit masyarakat Indonesia, bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga unggulan dalam kompetisi internasional. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu kandidat favorit juara dalam turnamen bergengsi bulu tangkis. Dalam beberapa dekade terakhir, Indonesia selalu menyabet gelar dibeberapa partai yang dipertandingkan.

 

Mungkin sebagian besar orang Indonesia tahu permainan bulu tangkis atau badminton, tapi tahukah Anda asal dari permainan bulu tangkis? Maksudnya dari negara apa? Nah kali ini kita akan bahas tentang sejarah bulu tangkis.

 

Apa itu Bulu Tangkis?

 

Bulu tangkis adalah salah satu cabang olahraga yang menggunakan alat bantu raket atau alat berbentuk bulat dengan rongga-rongga dibagian pemukulnya, serta memiliki gagang. Alat ini digunakan untuk memukul kok atau bola dengan bulu, yang dimainkan oleh dua orang atau dua pasangan saling berlawanan.

 

Bulu tangkis merupakan cabang olahraga yang termasuk ke dalam kelompok olahraga permainan. Bulu tangkis dapat dimainkan di dalam maupun di luar lapangan, di atas lapangan yang dibatasi dengan garis-garis dalam ukurna panjang dan lebar tertentu.

 

Lapangan permainan bulu tangkis dibagi dua sama besar, secara keseluruhan panjangnya 13,40 meter dan lebarnya 6,1 meter. Lapangan bulu tangkis dipisahkan oleh net yang direnggangkan di kedua tiang net yang ditanam dipinggi lapangan.

 

Permainan bulu tangkis berasal dari negara India. Berdasarkan sejarahnya permainan bulu tangkis berasal dari sebuah permainan bernama “Poona” yang berasal dari negara India. Pada tahun 1870 seorang serdadu Inggris yang berkerja di India, kemudian membawa permainan “poona” ini ke negeri Inggris.

 

Setelah masuk ke inggris, olahraga ini kemudian dimainkan di taman istana miliki Duke de Beaufort yaitu Badminton Gloucerter Shore. Nah oleh karena itu permainan ini juga disebut dengan nama “badminton“. Di Indonesia dikenal dengan nama “bulu tangis” karena olahraga ini dimainkan memakai raket dengan cara ditangkis dan kok yang digunakan terbuat dari bulu.

 

Setelah cukup terkenaldi Inggris, permainan ini kemudian berkembang di beberapa negara. Badminton atau bulu tangkis masuk pertama kali ke Indonesia setelah dibawa oleh orang-orang Belanda pada masa penjajahan.

 

Pada tanggal 5 Juli 1934 didirikan sebuah organisasi internasional yang mengatur kegiatan badminton yaitu International Badminton Federation (IBF). Sedangkan di Indonesia juga didirikan PBSI atau Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia pada tanggal 5 Mei 1951. PBSI bertugas mengatur kegiatan olahraga bulu tangkis di Indonesia.

 

Organisasi bulu tangkis Indonesia termasuk organisasi yang sudah tua, tepatnya berdiri sekitar tahun 1930-an. Sudah ada banyak sekali asam dan garam yang dilalui oleh organisasi ini. 

 

  1. Organisasi bulu tangkis Indonesia berdiri di Jakarta

Pada mulanya bulu tangkis masuk ke Indonesia di tahun 1930-an. Kemudian, di tahun 1993, berdirilah organisasi bulu tangkis Indonesia yang berada di Jakarta. 

Dulunya ada dua organisasi bulu tangkis dengan nama Bataviase Badminton Bond dan Bataviase Badminton League. Nah, seiring waktu keduanya pun melebur jadi satu sebagai organisasi bulu tangkis di Indonesia. 

 

  1. Organisasi PBSI terbentuk di Bandung

Organisasi bulu tangkis di Indonesia memang pertama kali terbentuk di Jakarta. Hanya saja, PBSI yang menjadi organisasi resmi dan diakui berdiri di Bandung pada tahun 1951. 

 

3.Terbentuk cabang-cabang PBSI

Setelah PBSI resmi terbentuk di Bandung dengan susunan pengurus inti, maka kemudian organisasi lain yang ada di beberapa daerah secara nggak langsung ikut menjadi cabang PBSI. 

Pada tahun 1977 saja sudah ada sekitar 26 cabang PBSI di seluruh Indonesia. Total pengurus cabang keseluruhan sendiri sekitar 224 orang, serta 2000 total anggota aktif. 

 

  1. Aturan bulu tangkis dibahas di kongres pertama PBSI

Setelah terbentuk pengurus inti, pada saat itu pula langsung dibahas berbagai aturan pertandingan bulu tangkis. Aturan inilah yang kemudian dijadikan acuan untuk bertanding di seluruh permainan bulu tangkis. 

Selain aturan, PBSI juga membahas arah bulu tangkis Indonesia kedepannya. Berbagai agenda pun juga direncanakan oleh PBSI demi kemajuan bulu tangkis di Indonesia. 

 

  1. PBSI membawa Indonesia menjuarai prestasi

PBSI berusaha memajukan olahraga bulu tangkis Indonesia dengan berbagai macam agenda, pelatihan dan juga aturan. Melalui berbagai usaha yang telah dikerahkan, PBSI pun mampu membawa Indonesia meraih juara. 

48 gelar juara dunia pun sempat dibawa pulang oleh Indonesia dari kompetisi dunia, All England. Lewat kejuaraan inilah Indonesia semakin diperhitungkan di mata dunia. 

Tak hanya itu, PBSI juga mampu membantu meningkatkan level pemain hingga menang di kompetisi BWF World Tour. 

 

  1. Makna ambang organisasi bulu tangkis Indonesia adalah kejayaan

Kamu mungkin sering melihat lambang PBSI berada di seragam para atlit bulu tangkis. Nah, apakah kamu tahu arti dari lambang PBSI? 

 

Dikutip dari laman resmi PBSI, bendera tersebut memiliki makna berdasarkan warna. Ada lima warna yang terdapat di bendera tersebut, yang masing-masing memiliki arti, di antaranya sebagai berikut.

 

Kuning: kejayaan

Hijau: kesejahteraan dan kemakmuran

Hitam: Kesetiaan dan kekekalan

Merah: keberanian

Putih: kejujuran

 

Kemudian, dalam bendera tersebut juga terdapat 17 biji kapas yang bermakna sebagai tanggal kemerdekaan Indonesia. Di bagian lambang juga terdapat shuttlecock dengan jumlah 8 yang berarti bulan kemerdekaan Indonesia. 

Terdapat pula tulisan PBSI dengan gambar setengah lingkaran. PBSI yang berjumlah 4 dan setengah lingkaran tersebut diartikan sebagai angka 0,5. Keduanya melambangkan angka 45 sebagai tahun kemerdekaan. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.